Minggu, 24 April 2016

Ilmu Peternakan Overview, Mengenal Dunia Peternakan dari Nol

logytex.blogspot.com/2016/4/ilmu peternakan,html





Dunia agribisnis peternakan bukan hanya memikirkan bagaimana caranya memasarkan hasil-hasil ternak seperti daging, susu, telur dan lainnya. Hal-hal lain yang mendukung dalam berorientasi bisnis peternakan juga wajib diketahui agar dapat mendukung produktifitas bisnis. Yang pokok harus diketahui mengenai peternakan antara lain mengenai asal usul, terminology, jenis-jenis ternak, klasifikasi, ciri, sifat,  anatomi tubuh, potensi, peranan, #prospek usaha bidang peternakan, konsep peternakan, konsep agribisnis dan strategi pengembangan agribisnis di bidang peternakan.
Melalui artikel ini saya akan sedikit memberikan gambaran umum mengenai ilmu peternakan.

Dalam kehidupan sehari-hari tidak sedikit orang yang menganggap semua hewan adalah ternak, padahal istilah ternak sendiri memiliki arti yaitu hewan yang sudah melewati proses penjinakkan (domestikasi) oleh manusia yang seluruh hidupnya diatur baik kandang, ransum, kesehatan, dan lainnya uuntuk diambil manfaatnya berupa daging, susu, telur, kulit, bulu, dan sebagai ternak #hias

Sedangkan hewan adalah semua binatang yang hidup di darat, air, laut baik jinak maupun masih liar.
Untuk mengenal lebih jauh tentang peternakan secara umum, silakan simak penjelasan-penjelasan berikut:

A.  Istilah Peternakan



Menurut undang-undang pokok kehewanan, undang-undang nomor 6 tahun 1967, tenttang ketentuan-ketentuan pokokpeternakan dan kesehatan hewan, Bab 1 Pasal 1,  dikemukakan beberapa istilah di antaranya :
  • Ternak :adalah hewan piara yang kehidupannya yakni tempat, perkembang biakan, serta manfaatnya diatur oleh manusia serta dipelihara khusus sebagai penghasil bahan-bahan dan jasa-jasa yang berguna bagi kepentingan hidup manusia
  • Peternak : adalah orang atau badan hokum dan atau buruh peternakan yang mata pencahariannya sebagian atau seluruhnya bersumber dari hasil peternakan.
  • Peternakan : adalah pengusahaan/pembudidayaan/pemeliharaan ternak dengan segala fasilitas penunjang bagi kehidupan ternak.
  • Peternakan murni : adalah cara peternakan dimana perkembang biakan ternak-ternaknya dilakukan dengan jalan pemacekan antara ternak/hewan yang termasuk dalam satu rumpun.
  • Perusahaan peternakan : adalah usaha peternakan yang dilakukan pada tempat tertentu serta prkembang biakannya dan manfaatnya diatur dan diawasi oleh peternak-peternak.
  • Kelas ternak : adalah sekumpulan atau sekelompok bangsa-bangsa ternak yang dibentuk dan dikembangkan mula-mula di suatu daerah tertentu
  • Bangsa ternak (breed) : adalah suatu kelompok dari ternak yang memiliki persamaan dalam bentuk morphologis, sifat-sifat fisiologis dan bentuk anatomis yang karakteristik untuk tiap-tiap bangsa dan sifat-sifat persamaan ini dapat diturunkan pada generasi selanjutnya


B.  Jenis Jenis Ternak



Jenis ternak secara umum terbagi menjadi 3 yaitu ternak unggas, ruminansia, non ruminansia, aneka ternak. Penjelasan lebih lanjutnya adalah sebagai berikut:

1.   Unggas



Menurut Wikipedia kata unggas memiliki arti jenis hewan ternak kelompok burung yang dimanfaatkan daging, telur, dan bulunya. Umumnya merupakan bagian dari ordo Galliformes (seperti ayam dan kalkun), dan Anseriformes (seperti bebek).

Ciri umum dari unggas adalah sebagai berikut :
  • Memiliki sepasang sayap, tetapi tidak semua bisa terbang
  • Untuk unggas air kakinya memiliki selaput diantara sela-sela jari
  • Makanan yang biasa diberikan berupa biji-bijian seperti, jagung, dedak padi, dll
  • Hasil yang didapat dari ternak unggas berupa daging, telur dan bulu.
  • Sitem pencernaan meliputi paruh, rongga mulut, esophagus, tembolok, perut kelenjar, empedal, usus, rectum, dan kloaka.

2.  Ruminansia



Ruminansia adalah #jenis ternak pemakan rumput (herbivora) yang memiliki 4 perut dalam organ pencernaannya. Keempat perut itu yaitu rumen, reticulum, omasum dan abomasum. Ruminansia mendapat keuntungan karena dalam pencernaannya menjadi sangat efisien dalam menyerap nutrisi makanan dan membantu mikroorganisme didalam perut-perut pencernaannya.

Semua hewan yang termasuk kedalam ruminansia ini adalah sapi, kambing, dan kerbau.

Ciri umum dari ternak ruminansia ini adalah sebagai berikut:
  • Memiliki rumen, reticulum, omasum, dan abomasum dalam organ pencernaannya.
  •  Memiliki kaki empat
  • Makanan yang biasa diberikan untuk ternak ini berupa hijauan, konsentrat, bahan tambahan dan bahan penguat lainnya
  •  Hasil yang didapat dari ternak ruminansia berupa daging, susu, dan kulitnya


3. Aneka Ternak



Aneka ternak adalah ternak-ternak yang tidak berada dalam satu kelas dan biasanya merupakan hewan yang belum familiar untuk di ternakkan. Yang termassuk dalam hewan aneka ternak antara lain kelinci (lepus cuniculus), Lebah (Api species), Puyuh (Coturnix coturnix), jangkrik, kroto, wallet, kodok, cacing, bekicot, dll.

C.  Potensi dan Peranan Peternakan bagi Manusia


Peternakan memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkembang biak, baik diternakkan secara ekstensif, semi intensif ataupun ekstensif. Namun untuk menjadikan peternakan menjadi sumber penghasilan yang baik, beternak secara intensif memiliki keuntungan yang lebih besar. Tentunya dengan perhitungan usaha yang baik.

Secara umum semua hasil peternakan memiliki potensi dan peranan bagi manusia. Bahkan ada istilah ‘zero waste’ artinya semua bagian dari ternak dapat dimanfaatkan bagi manusia seperti daging, telur, dan susu dari ternak dapat dikonsumsi sebagai sumber protein hewani, bulunya dapat dipakai sebagai kerajinan dan bahan pembuatan ‘shuttle cock’ untuk bermain bulutangkis, kulit ruminansia dapat dipakai sebagai makanan dan juga fungsi lain seperti bedug. Bahkan kotorannya saja dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik, sumber biogas, dan lain-lain.

Seperti kita ketahui bersama bahwa kebutuhan daging semakin hari semakin meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk. Khusus di Indonesia saja jumlah penduduk saat ini mencapai lebih dari 245 juta.


D.  Prospek Usaha Bidang Peternakan


Di Indonesia tingkat konsumsi protein hewani sendiri masih tergolong rendah, yaitu 6 gram/kapita/hari. Bandingkan saja dengan rata-rata penduduk Dunia yang mengonsumsi protein hewani yang telah mencapai 26 gram/kapita/hari. Angka ini tentunya memiliki selisih yang cukup besar, tetapi  semakin hari juga kesadaran masyarakat akan konsumsi protein hewani juga semakin baik. Oleh sebab itu dapat kita ambil kesimpulan bahwa bidang peternakan masih memiliki prospek usaha yang besar.

Faktor yang dapat kita jadikan dalam mendukung  peluang usaha dibidang peternakan adalah sebagai berikut:
  • Jumlah Penduduk: jika melihat jumlah penduduk saat ini yang telah mencapai 245 juta penduduk dengan tingkat pertambahann penduduk 1,5 % dan tingkat pertumbuhann ekonomi 5-6 % tentunya membutuhkan ketersediaan daging, telur, susu yang meningkat pula.  Sedangkan kondisi persediaan daging saat ini masih kurang. Hal ini menunjukann bahwa pengembangan wirausaha peternakan merupakan salah satu solusi penyediaan hasil ternak
  • Potensi Geografis : sebagian wilayah Indonesia adalah wilayah yang masih potensial untuk pengembangan usaha ternak
  • Faktor Sumber Daya Alam : faktor ini lebih mengarah kepada banyaknya potensi #pakan untuk ternak yang dapat dijadikan sumber #pakan ternak.
  • Dukungan Pemerintah : bidang peternakan adalah salah satu bidang yang mendapatkan dukungan berupa penyediaan bibit, ilmu pengetahuan, tenaga ahli, dll.
Disamping prospek baik dibidang peternakan, juga dihadapkan pada masalah atau persoalan yang berkepanjangan. Seperti sebagian orang yang masih menganggap beternak itu kotor, bau, dll. Hal ini menjadi penghambat bagi orang-orang yang ingin beternak, terutama orang yang mengenal peternakan lebih jauh.

Masalah atau kendala lain dalam pengembangan wirausaha peternakan di Indonesia adalah sebagai berikut:
  • Masih kurangnya suplai untuk bibit ternak terutama untuk teernak sapi (masih banyak Impor)
  • Pemeliharaan ternak masih hanya sebagai sambilan (tidak intensif)
  • Manajemen usaha peternakan tradisional yang kurang baik
  • Pengetahuan teknologi peternakan yang kurang memadai
  • Tingginya minat beternak beberapa jenis ternak belum diiringi regulasi yang baik


E. Sapta Usaha Peternakan



Program sapta usaha peternakan (SUP) sebenaranya sudah lama dikenalkan oleh pemerintah dari tahun 1985 namun belum banyak di adopsi oleh peternak. Bannyak faktor yang mempengaruhi kenapa hingga sekarang masih banyak peternak yang hanya beternak secara ekstensif atau secara tradisional. Cara seperti ini hampir tidak memperhatikan aspek teknis dan perhitungan usaha. Cara ini menghasilkan produksi yang rendah karena masih banyak ternak yang mati sebelum dewasa.

Pola seperti itu dapat diperbaiki agar produktifitas, kualitas dan perhitungan secara ekonomi dapat menjadi lebih baik. Untuk itu sebagai peternak yang baik harus memiliki kerangka konsepsional sebagai pedoman dasar pengelolaan ternaknya. Inti konsepnya bertumpu pada hakikat usaha peternakan yang dikenal sebagai sapta usaha peternakan berikut ini:
  • Pemilihan bibit ternak yang unggul
  • Pencegahan, pengendalian, dan pemberantasan hama dan #penyakit
  • Persediaan #kandang yang baik
  • Pemberian ransum yang cukup dan berkualitas
  • Pengelolaan produksi
  • Penanganan pasca panen
  • Pemasaran dan manajemen usaha
Dengan menerapkan program sapta peternakan tersebut maka peternak dapat meningkatkan produktifitas, potensi, dan sumber daya ternak menjadi lebih efisien.

F.  Perkembangan Agribisnis Berbasi Peternakan


Usaha peternakan sudah ada sejak lama dikembangkan di Indonesia. Semakin hari agribisnis peternakan di Indonesia mengalami peningkatan baik dalam sector bisnis pra-produksi, produksi, dan pasca produksi peternakan. Dalam teknologi peternakan juga mengalami peningkatan seperti dalam teknologi #pakan ternak, teknologi pasca panen, pengolahan makanan dari hasil peternakan dan lain-lain.

Demikian ulasan mengenai gambaran umum tentang ilmu peternakan semoga dapat menjadi referensi bacaan dan rujukan. Jangan lupa share artikel ini kepada teman-teman anda.

Terimakasih.

Silakan Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon